kpkinvestigate.com-MAROS– Destinasi wisata Sulawesi Selatan adalah, Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung, kini tengah menghadapi tantangan serius. Berdasarkan pantauan di lapangan dan data kunjungan terbaru, objek wisata yang dikenal dengan julukan “The Kingdom of Butterfly” ini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan dalam beberapa periode terakhir.
Kondisi ini terlihat kontras dengan masa kejayaan Bantimurung yang biasanya dipadati ribuan pelancong, khususnya pada akhir pekan dan hari libur nasional. Area permandian alam dan air terjun yang biasanya riuh, kini nampak jauh lebih lengang.
Sejumlah pedagang lokal dan pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata mengeluhkan penurunan omzet mereka. Banyak pihak menduga bahwa biang keladi dari sepinya pengunjung adalah kenaikan tarif tiket masuk yang dinilai terlalu tinggi bagi kantong masyarakat lokal.
Sebagai informasi, kenaikan tarif tersebut diberlakukan seiring dengan penyesuaian regulasi daerah terkait retribusi tempat rekreasi dan olahraga. Namun, kebijakan ini nampaknya menjadi bumerang di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, sehingga warga lebih memilih mencari alternatif wisata lain yang lebih terjangkau di sekitar wilayah Maros dan Makassar.
(**/SR)





