MAKASSAR —kpkinvestigate.com Masuknya pengamat politik yang selama ini dikenal vokal, Rocky Gerung, ke dalam lingkaran strategis pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memicu diskursus hangat di tengah masyarakat.
Sorotan tajam kali ini datang dari Ketua Pasukan Adat Tomanurung, Ryan Latief La Kaseng. Ia menilai pergeseran posisi Rocky Gerung dari “pembangkang publik” menjadi bagian dari sistem membawa catatan penting, yang tidak hanya menyangkut efektivitas komunikasi politik, tetapi juga ujian integritas intelektual.
Transformasi Kritik Menjadi Kebijakan Nyata
Menurut Ryan Latief, publik selama bertahun-tahun telah menyaksikan bagaimana gaya komunikasi Rocky Gerung yang tajam, filosofis, dan kerap pedas dilontarkan dari luar sistem pemerintahan. Dengan posisinya saat ini di dalam lingkaran pendukung atau one team, terbuka peluang besar agar gagasan tersebut tidak berhenti pada retorika semata.
> “Selama ini gaya komunikasinya dikenal di luar sistem. Dengan berada di dalam, ada harapan besar agar kritik-kritik teoritis tersebut dapat diterjemahkan langsung menjadi masukan kebijakan yang aplikatif dan solutif untuk membenahi persoalan bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ryan Latief.
Meski demikian, ia menekankan bahwa substansi pemikiran harus diletakkan di atas sekadar diksi-diksi ikonik atau kontroversial yang kerap mewarnai ruang publik sebelumnya.
Tantangan Menjaga Independensi dan Risiko “Kehilangan Taring”
Di balik peluang tersebut, Ryan Latief juga mengingatkan adanya kekhawatiran mendasar dari masyarakat. Risiko terbesar bagi seorang figur kritikus yang merapat ke lingkaran kekuasaan adalah hilangnya daya kritis akibat kompromi politik.
* Menghindari Sikap Pragmatis: Publik tentu tidak ingin melihat figur yang selama ini vokal mendadak berubah menjadi pembenar segala kebijakan (yes-man atau penjilat) demi jabatan maupun kepentingan kelompok tertentu.
* Ujian Objektivitas: Ujian sesungguhnya bagi Rocky Gerung saat ini adalah menjaga kemandirian berpikir dan keberanian menyuarakan kebenaran secara transparan, meski ia kini berada di sisi pemegang kekuasaan.
Penutup: Nilai Tambah bagi Tata Kelola Negara
Pasukan Adat Tomanurung memandang bahwa kehadiran figur dengan perspektif alternatif di dalam tubuh pemerintahan harus benar-benar dibuktikan melalui kerja nyata.
Perubahan posisi ini menuntut pembuktian konkret bahwa gagasan besar yang selama ini diteriakkan dapat dieksekusi secara efektif demi kesejahteraan rakyat, bukan sekadar gimik politik belaka.
#Ulla’ Taruna






