BARRU – Rencana uji coba operasional jalur Kereta Api Sulawesi hingga Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Kehadiran moda transportasi massal modern tersebut dinilai akan menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di wilayah yang dilintasinya.
Pemerhati pariwisata Barru, Ilham Iskandar, mengatakan bahwa kemudahan akses transportasi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan perkembangan sebuah destinasi wisata.
“Dengan adanya alternatif transportasi yang nyaman, aman, dan efisien, wisatawan dari luar daerah tentu akan lebih tertarik berkunjung ke Barru. Ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ilham saat ditemui di kediamannya di Jalan Asoka, Barru, Sabtu (31/5/2026).
Menurut Ilham, setidaknya terdapat tiga destinasi wisata yang berpotensi memperoleh dampak langsung dari beroperasinya jalur kereta api hingga Palanro. Ketiga destinasi tersebut adalah Diana Waterpark di Kecamatan Balusu, Pantai Lasonrai di Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, serta Pulau Dutungan di Kecamatan Mallusetasi.
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan tidak hanya menguntungkan pengelola destinasi, tetapi juga akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.
“Pariwisata yang berkembang akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Selain itu, usaha mikro seperti kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa transportasi lokal juga akan ikut tumbuh,” katanya.
Selain destinasi yang dikelola pihak swasta, Ilham juga menilai kawasan wisata yang berada di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), seperti di Desa Nepo dan Desa Paccekke, memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Namun, menurutnya, diperlukan strategi promosi yang lebih inovatif agar mampu bersaing menarik wisatawan.
Lebih lanjut, ia mendorong pengelola wisata untuk mulai membangun kolaborasi dengan penyedia jasa transportasi lokal, mulai dari ojek pangkalan, ojek online, hingga angkutan umum. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan konektivitas antara stasiun kereta dan lokasi wisata dapat berjalan dengan baik.
“Jangan sampai wisatawan mudah tiba di stasiun, tetapi kesulitan mencapai lokasi wisata. Integrasi transportasi menjadi kunci agar manfaat kehadiran kereta api benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dengan semakin dekatnya operasional jalur Kereta Api Sulawesi menuju Palanro, seluruh elemen daerah diharapkan mampu menangkap peluang tersebut untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.









