kpkinvestigate.com-SULTENG-Kematian pekerja di Morowali kembali membuka luka lama
Di mana pengawasan selama ini?
Kenapa insiden terus terjadi tanpa perubahan nyata?
Apakah keselamatan hanya jadi formalitas?
Setiap kejadian seolah jadi rutinitas:
kejadian → sorotan → janji → lalu hilang tanpa kejelasan.
DPRD Sulteng angkat suara
Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Muhammad Safri menyoroti tewasnya salah seorang pekerja, di perusahaan tambang nikel PT Hengjaya di Morowali.
“Ini bukan sekadar kelalaian. Ini mengarah pada pelanggaran hukum yang sistematis dan terstruktur. Negara tidak boleh tunduk pada perusahaan yang jelas-jelas melanggar aturan,” katanya di Palu, Jumat.
Dia menegaskan kasus itu tidak boleh lagi ditutup-tutupi atau direduksi menjadi sekadar kecelakaan kerja biasa, melainkan harus diusut sebagai dugaan pelanggaran serius yang menyangkut nyawa manusia.
Selain itu, perlakuan perusahaan terhadap korban yang dinilai sangat tidak manusiawi, dimana laporan bahwa jenazah korban dibungkus menggunakan karung. Hal itumenunjukan sebuah tindakan yang dianggapnya sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat manusia.
“Ini menunjukkan hilangnya empati dan tanggung jawab moral dari pihak perusahaan. Perilaku seperti ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun,” katanya menegaskan.
(**/SR)

